Tidak Pantas! Sehebat-hebatnya Pogba Dia Tidak Akan Masuk Ballon D'Or



Siapa man of the match di leg pertama babak 16 besar  Liga Champions antara Sevilla vs Manchester United? Bagi supoter Red Devis, pemain bernomor punggung 1 pasti orangnya. Ya, David de Gea di laga dinihari tersebut memang bermain sempurna. De Gea jugalah yg setidaknya membuat Manchester United sanggup meraih output imbang.

Bukan satu kali itu saja de Gea bermain brilian & sendirian pada lini belakang Manchester United. Sudah berkali-kali. Pujian pun poly dialamatkan pada eks kiper Atletico Madrid tadi. Sayang kemudian meski de Gea atau kiper-kiper lain seperti Buffon bermain indah, mereka sepertinya tidak akan pernah sanggup meraih gelar Ballon d'Or.

Seberapa Pun Hebat De Gea, Ia Tak Akan Pernah Raih Ballon d'Or
gettyimages.Com
Padahal, ketika para kiper ini tampil pada sebuah sorotan dengan menciptakan penyelamatan-penyelamatan tidak masuk akal, itu bisa berarti satu hal: pertahanan timnya tidak becus. Namun penghargaan yang sepantasnya tidak pernah mereka raih.

Sepanjang sejarahnya misalnya dikutip berdasarkan uefa.Com (22/02/18) hanya kiper Uni Soviet, Lev Yashin yang berhasil meraih Ballon D'or tepatnya pada 1963. Setelah itu hanya gelandang & striker yang mendominasi gelar tadi.

Sangking sulitnya seorang kiper buat meraih Ballon d'Or, Buffon pernah berucap sinis tentang hal tadi. "Jadi mungkin seorang kiper akan memenangkan Ballon d'Or waktu beliau membantu timnya menjadi kampiun global dengan memenangkan empat pertandingan beruntun melalui adu penalti & menggagalkan setiap penalti versus," kata kiper Juventus itu misalnya dikutip menurut fifa.Com (22/02/18).

Bahkan senior Buffon di Timnas Italia, Dino Zoff pernah menyebut bahwa Ballon d'Or memang bukan ditujukan buat seseorang kiper, seberapa hebatnya kiper tadi.

"Sulit bagi seorang kiper buat bisa meraih gelar Ballon d'Or" istilah kiper yang sempat jadi runner up Ballon d'Or pada 1973 tadi.


Sumber: Ucnews

Subscribe for our Newsletter

RE-IMAGINING THE WAY
Back to top