Putra Ustad Abu Bakar Baasyir Ingin Menemu Jokowi , Di sebut Ingin Lobi Pembebasan?



Berawal berdasarkan cuitan dari Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Tengku Zulkarnain soal upaya pembebasan Abu Bakar Baasyir sebagai perhatian publik.

Apalagi, dia menyampaikan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia itu sudah dalam perawatan pada RSCM, Jakarta.

Menurutnya, pemerintah telah mengabulkan permohonan pembebasan bersyarat berdasarkan pihak ulama & pengacara.

Abdul Rochim Baasyir, putra Abu Bakar Baasyir membicarakan, ada gerakan lobi ke pemerintah menurut para alim ulama buat pembebasan ayahnya. Sejauh ini, berita yang diterima, lobby tadi berjalan intensif.

"Memang terdapat lobi-lobi berdasarkan para ulama buat pembebasan beliau (Abu Bakar Baasyir). Cukup intensif kabarnya," ucapnya saat dihubungi Tribun, Jakarta, Senin (26/2).

Abdul menyampaikan, lobi yang dilakukan telah sampai tahap ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk pembahasan pembebasan tokoh yg dianggap-sebut sebagai pimpinan tertinggi kelompok Jamaah Islamiyah itu.

Tetapi begitu, hingga saat ini, belum ada output yg signifikan menurut gerakan yang diinisiasi sang para ulama. Keluarga, menurutnya, ketika ini masih percaya atas langkah yg sedang dijalankan.

"Kami masih percaya jika bisa berhasil," pungkasnya.

Alasannya, ketika ini sudah nir terdapat lagi langkah aturan yg mampu dilakukan tim pembela terdakwa resmi dan keluarga. Pasalnya, Mahkamah Agung sudah menolak langkah peninjauan kembali (PK) atas kasus yg menjerat Abu Bakar Baasyir.

Dengan begitu, langkah lainnya, merupakan bertemu menggunakan presiden buat pembebasan.

Asal bukan grasi, Baasyir diyakini olehnya, akan menerima putusan pemerintah.

"Kalau grasi, berarti beliau putusan bulat atas kesalahannya. Beliau pasti nir mau. Selama ini kan, dia nir mengakui jalannya proses aturan yang berjalan," ucapnya.

Diketahui, sejumlah dakwaan yang diarahkan kepada Baasyir antara lain permufakatan dursila, merencanakan, menggerakkan, sampai memberikan atau meminjamkan dana buat kegiatan training militer gerombolan  terorisme di Aceh Besar.

Pendiri pondok pesantren Ngruki, Surakarta, Jawa Tengah, itu beberapa kali berurusan menggunakan penegak aturan.

Pada 2004 dia diganjar sanksi dua tahun enam bulan penjara sang PN Jaksel karena terbukti bersalah melakukan permufakatan jahat atas keterlibatannya dalam peristiwa bom Bali & bom Hotel JW Marriott.

Belakangan, Mahkamah Agung belakangan membebaskan Ba’asyir pada Juni 2006. Setelah bebas beliau kemudian mendirikan Jamaah Asharut Tauhid dalam tahun 2008, yang mencita-citakan kepemimpinan Islam.

Di Nusakambangan, Ba’asyir berkata mendukung gerakan pembentukan gerombolan  ISIS. Pada 2014, beliau meminta pada para pengikutnya buat mendukung ISIS.

Subscribe for our Newsletter

RE-IMAGINING THE WAY
Back to top